Ketika Hati Bicara,semuanya akan bisa kita lakukan :)

Senin, 05 September 2011

Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu (Part 2)


“Dia bisu Ra. Dia tidak bisa bicara. Itu penyakitnya sejak lahir”
“Darimana kamu tahu Nil?”
“Aku juga pernah bermain disini Ra.”

Aku termenung sejenak memikirkan anak sekecil Arin yang masih polos, telah diberikan ujian seberat ini. Mungkin jika aku di posisinya sekarang, aku tak tahu apa yang akan aku lakukan dan tak mampu lagi tersenyum pada dunia. Namun inilah yang dinamakan kekuatan hati, kekuatan yang tak semua orang memilikinya, kekuatan yang hanya dimiliki oleh orang-orang hebat salah satunya adalah Arin.

Sabtu, 03 September 2011

Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu (part 1)


Limpahan materi menguasai kalbu, menggelapkan hati hingga menuju kekesombongan dan keangkuhan yang luar biasa. Tak bisa memandang jauh di sudut kehidupan luas ini, masih banyak terdapat insan-insan yang terseret dan terhempas pada kenyataan hidup yang begitu pahit. Berusaha berdiri, ada yang berhasil dan tidak hingga berurai airmata.Namun tak selamanya mendung itu kelabu.

Ku merenung di malamku yang sunyi sepi tiada kawan. Yang hanya di temani bintang dan rembulan, ku pandangi setiap sudut rumahku yang berdiri tegak, mewah dan seakan penuh dengan hiasan mahal. Semuanya seakan di penuhi dengan materi yang melimpah ruah, dan membuatku menjadi anak yang di besarkan oleh uang . Dan aku tidak menyukai itu !

Minggu, 28 Agustus 2011

Mengenal Budaya dan Kesenian Kuda Lumping


Letak Geografis Pangandaran yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Tengah, secara tidak langsung membawa dampak terhadap adat istiadat dan budaya. Contohnya : perkawinan antar suku, migrasi penduduk, dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut mempunyai andil besar dalam kultur masyrakat Pangandaran.

Adat istiadat dan budaya yang secara tidak langsung di adopsi masyarakat pangandaran salah satunya adalah kesenian kuda lumping, Kuda Lumping atau sering juga disebut "Ebeg" adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari ayaman bambu yang di potong menyerupai bentuk kuda.Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.